Cara (Teknik) Pengukuran Luas Tanah Menggunakan Theodolite dengan Metode Poligon Tertutup

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Salam Engineer. 👷

Hallo sekelik Engineer pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengetahuan tentang cara mengukur luas tanah dengan theodolite. Sebenarnya tidak hanya luas Tanah saja sih tetapi juga cara mengukur atau cara mendapatkan  kontur tanah juga.

Berbicara masalah pengukuran pastinya kita menggunakan metode-metode yang bertujuan untuk mengikat koordinat supaya hasil pengukuran lebih teliti dan mudah untuk di koreksi jika terdapat kesalahan dalam proses pengukuran di lapangan. Nah, Adapun Metode yang di gunanakan Untuk Mengikat Koordinat antara lain adalah Metode Poligon Terbuka dan Tertutup. Pastinya Sekelik Engineer Khususnya dari Teknik Geodesi maupun Survey dan Pemetaan Tentunya Familiar dengan Metode ini.
 
Sebelum belajar tentang Teknik pengukuran Luas tanah dan Teknik Mendapatkan Kontur pada suatu pengukuran ada baik nya kita memahami Metode Poligon Terbuka dan Tertutup Terlebih dahulu. Metode ini Wajib  dipahami sebelum melakukan pengukuran real di lapangan guna untuk Ketelitian suatu pengukuran.

Untuk sekelik Engineer yang belum begitu faham atau baru mulai belajar di perkuliahan maupun di SMK, Silahkan baca dulu : POLIGON TERBUKA DAN TERTUTUP.

Jika sudah faham mengenai Metode Poligon Terbuka dan Tertutup, khususnya pada artikel kali ini kita akan melanjutkan dengan memahami ,



Teknik Pengukuran (Theodolite) dengan Menggunakan Metode Polygon Tertutup.

Pada saat ini memang sudah banyak sekali pengembang-pengembang, developer, konsultan Teknik, maupun  Kontraktor yang mencari orang yang menawarkan jasa Pengukuran. Tentunya Hasil dari pengukuran tersebut dijadikan sebagai referensi perencanaan Konstruksi dari pembuatan gedung, jembatan, perumahan, dsb.

oke sekelik, dari pada pance, cerewet, kayak nenek-nenek ,kita lanjut aja ke topik pembahasan, oke. Let's go ... 👇




 ******
 

  • Teknik Pengukuran Luas Tanah dengan Theodolite
Kali ini kita coba dengan contoh kasus Pengukuran Lahan Untuk referensi perencanaan pembuatan rumah. Saat ini Sebagian besar orang yang ingin membangun sebuah rumah, tentunya akan mempertimbangkan beberapa aspek yang salah satunya adalah Lokasi, Lalu faktor kedua adalah luas bangunan dan budget serta Faktor ketiga adalah design atau aristektur rumah.

Note : Rumah yang baik adalah yang mempunyai ruang terbuka hijau minimal 30%. Artinya ada sekitar 30 % tanah yang tidak boleh tertutup oleh rapat beton.

Sebelum kita memulai design gambar rumah ada baiknya kita ukur ulang dahulu lahannya. walaupun Ukuran tanah sudah ada pada sertifikat. Bisa saja batas tanah kita sudah pindah atau dipindahin tetangga sebelah, hehe... huusss nggak boleh Su'udzon 😁

Mungkin untuk bentuk lahan yang persegi atau kotak atau luasannya relatif kecil bisa menggunakan rol meter saja,Tapi

Bagaimana kalau tanahnya itu sangat luas dan bentuknya tidak beraturan?

Saya fikir Solusinya terbaiknya adalah menggunakan Theodolite atau Total Station (TS), kalo mau pengukuran lebih cepet dan lebih teliti mah pake Total Station tapi tentu harga sewanya lebih mahal. 😎

Tapi Berhubung pembahasan kita kali ini adalah Theodolite, kita lupakan Total Station, kita bahas di artikel selanjutnya, keh ! 👀 Sebelum Masuk ke pembahasan tahapan Pengukuran, kita lihat contoh kasus pada gambar : 
Polygon.
 Pada kasus diatas kita menggunakan poligon segi 5. kira-kira bagaimana langkah-langkah Pengukurannya ?

Tanah pada gambar di atas mempunyai luas sekitar 4 hektar  yang kita asumsikan lahan tersebut adalah lahan kosong dengan hanya ada rumput liar dan pohon tanpa ada bangunan.

Langsung saja bahas langkah-langkah mengukur luas dan kontur tanah dengan theodolite.

                                                

***atworldtoday.blogspot.com***


  •  PERALATAN 
 Siapkan peralatan yang akan kita gunakan Seperti :
  1. Theodolite
  1. Statif
  1. Rambu ukur
  1. Meteran kecil
  1. Bak ukur
  1. Alat tulis
  1. Serta Alat-alat pendukung lainnya yang anda rasa di butuhkan pada saat pengukuran dilapangan 
  1. dan jangan lupa  formulir pengisian data. seperti contoh gambar dibawah ini.
Form Pengkururan
 
  • PATOK BATAS TANAH
 Wajib : Sebelum anda mulai menggunakan alat anda keliling dulu untuk mengetahui batas-batasnya sampai mana. 

Cek dulu batas-batas tanah yang akan kita ukur biasanya ditandai dengan patok dari BPN, dan biasanya terletak dipojok-pojok dan berwarna putih terbuat dari beton. Atau jika Belum ada patok  BPN anda bisa menanyakan langsung kepada pemilik tanah tersebut dimana saja letak batas dari lahan yang akan kita ukur, Jangan sampai Kelabasan ngukur tanah orang oke :D


  • RENCANA TITIK AWAL PENGUKURAN.
Sekalian keliling-keliling liat patok sekelik juga harus memikirkan mulai pengukurannya dari mana. Carilah tempat yang teduh (dibawah pohon minsalnya) apabila ada,Tapi kalo ternyata panas semua ( yaudah Nikmatin aja hahaha 😝 ), oiya, jangan lupa siapin payung untuk melindungi alat dari koagulasi.  
 
  • PENENTUAN TITIK POLIGON.
Penentuan Titik Poligon ini amat sangat penting, harus bijaksana. Karena prinsip penentuan Titik Poligon adalah,Apabila kita telah menentukan suatu titik poligon maka dari titik tersebut kita harus bisa memandang seluas-luasnya tanpa terhalan apapun terutama ke arah titik poligon selanjutnya .
Pada contoh kasus di atas kita buat 5 titik Poligon, (liat gambar paling atas ↑ ) Titik poligon di tandai dengan menggunakan kayu yang ditancap kemudian dikasi cat atau piloks. Yang terpenting adalah patok tersebut tidak hilang.


  • PEMASANGAN ALAT (THEODOLITE) 
Dirikan theodolite pada titik a1 dan Lakukan setting alat dengan benar. Pastinya sudah tau kan cara setting theodolite dengan benar.
Kalo belum tau silahkan baca dan di pahami dulu : Cara Setting Theodolite...
  • Alat berdiri pada titik a1 , Setelah disetting, Ukur tinggi alat kemudian arahkan alat ke Utara (misalkan hasilnya perhatikan gambar Nomor 2) 
  • Lalu setel sudut horizontal 00'0" dengan menekan tombol nomor 1 pada gambar.
    Theodolite, tampilan setelah diarahkan ke utara.



  • Bidik titik poligon a5 baca benang tengah dan benang bawah.
  • Catat Sudut horizontal dan vertikal. Tulis keterangan misalkan: titik a5.
  • Setelah itu bidik titik a2 yang di catat sama dengan saat membidik titik sebelumnya.
  • Bidik atau tembak titik penyebaran (detil) di sekitar alat. terutama batas-batas tanah dan patok BPN. kemudian tembak secara menyebar agar  nantinya  membentuk kontur. Setelah detil yang di ambil di rasa cukup,
  • Pindahkan alat ke titik a2, setting alat dan arahkan alat ke titik sebelumnya (a1) lalu setel sudut horizontal 00'0" (Backsight), dan kemudian bidik titik poligon selanjutnya a3
  • Lakukan pembidikan titik-titik secara merata dan menyebar di sekitar alat. terutama batas-batas tanah. 
  • Untuk selanjutnya lakukan langkah seperti diatas yang pada intinya Setelah pindah alat ketitik selanjutnya, kemudian Setting alat, lalu Bidik titik sebelumnya (Backsight), Set (00'0"), terus bidik patok batas tanah, dan titik penyebaran (detil) di sekitar tempat berdiri alat. 
  • Apabila alat sudah berdiri pada titik poligon a5, maka tetap lakukan pengukuran yang sama dengan langkah di atas sampai anda membidik kembali titik poligon a1, dengan demikian poligon sudah tertutup. dan pengukuran selesai. 😊
Begitu lah kurang lebihnya cara mengukur luas dan kontur tanah di lapangan dengan menggunakan alat Theodolite dan metode Poligon Tertutup. Tahapan selanjutnya adalah pengolahan data , kita bahas pada artikel selanjutnya. ➜

Semoga Bermanfaat yah sekelik Engineer . 😊


Share on Google Plus

About Unknown

0 komentar:

Posting Komentar

kritik dan saran anda sangat berguna bagi saya, terima kasih.